You are hereSports
Sports
Rossi Libatkan 'Pengacara'
Urusan perayaan gelar, Rossi memang jagonya. Lihat saja apa yang dilakukannya setelah memastikan gelar juara MotoGP yang ke-6 pada GP Motegi Jepang, 28 September lalu.
Beberapa saat setelah menyentuh garis finis di posisi terdepan, Rossi lantas menepikan motornya. Di sisi trek, sudah menunggu seorang 'pengacara' bernama Ottavio Ottaviani (otto dalam bahasa Italia berarti delapan--red) lengkap dengan meja kerjanya. Rossi lalu menyodorkan sejumlah 'dokumen' dan helmnya kepada sang 'pengacara'. 'Pengacara' itu lantas membubuhkan sebuah cap di helm pembalap 29 tahun itu sebagai tanda pengesahan atas titel juara dunia kedelapannya. Di cap tersebut, ada figur angka delapan dalam ukuran yang cukup besar.
AC Milan, Italia Rasa Brasil
Sebagai Milanisti, saya juga terimbas euforia pasca kepastian Ronaldinho ke Milan. Berikut tulisan yang dimuat di Kompas.com. Bravo Milan!
KEDATANGAN Ronaldinho ke AC Milan semakin menegaskan aroma Brasil di klub tersebut. Dinho akan bergabung bersama beberapa pemain Brasil yang lebih dulu mencicipi rumput San Siro. Mereka adalah Dida, Emerson, Kaka, Alexander Pato, dan pemain yang belum pernah dimainkan, Digao.
Shevchenko, Chelsea, Madrid dan Manchester United
Sejak bergabung di AC Milan (Milan), saya mulai mengenalnya dan akhirnya jatuh hati. Apalagi ditambah bisa melihat aksinya minimal sebulan sekali di televisi. Dengan kondisi tim yang saat itu kurang kompetitif seperti sekarang, ia turut membantu Milan meraih Scudetto. Enam tahun terakhir ia sudah identik dengan Milan, paling tidak bagi saya. Ketika dua bulan yang lalu ia membantah akan hengkang ke Inggris, hati ini merasa yakin tak mungkin ia berubah pendirian. Sekali lagi ia sudah begitu identik dengan Milan.
Tapi hati manusia siapa yang tahu. Goyangan Chelsea --- siapa lagi tim Inggris yang bisa berbuat seperti ini? --- dan alasan keluarga mengubah pendiriannya. Tawaran perpanjangan kontrak dari Milan ditolak dan negosiasi dengan Chelsea pun dibuka. Suatu saat mungkin Shevchenko akan bermain lagi di San Siro, kandang Milan, tetapi berbaju Chelsea.
Once Upon a Time in Saturday Morning
Dalam enam bulan terakhir, rasanya Sabtu pagi adalah saat yang paling saya tunggu. Saat dimana saya bisa berlari kesana-kemari mengejar bola. Ya Sabtu pagi selama ini adalah saatnya bermain bola.
Seorang penduduk di dekat saya tinggal, berbaik hati menyediakan sebidang tanahnya untuk dijadikan lapangan sepakbola mini. Mungkin sebesar lapangan futsal dan paling ideal jika satu tim berisi tujuh pemain termasuk kiper. Lebih dari itu, lapangan terasa sangat sempit. Di Jakarta sebidang tanah seperti ini adalah anugerah langka.
Nasionalisme Di Bawah Bendera Negara Lain
Cukup menggelitik saat saya membaca berita Tony Gunawan/Bach menjadi juara dunia baru ganda putra di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2005. Bukan soal gelar juaranya yang istimewa. Pasangan Candra Wijaya/Sigit Budiarjo pernah merebut gelar ini sebelumnya
Welcome! Thank you for visiting my site. This is a site in the form of blog of my opinion, diary, or other not important thought. For more about me please visit